Peri waktu pernah mengunjungiku Berjingkat di tengah malam musim panas Matanya bercahaya Senyumnya merekah Hendak ia rampas waktu milikku -Untuk dedemit senjakala- begitu ucapnya Yang merindu hadirnya waktu
Sebelum kilaunya meredup
Lalu waktuku membeku kemudian mencair
Peri waktu yang sama datang kembali Sayapnya tak lagi terentang indah Bahkan tubuhnya sudah tak seramping dulu - Waktumu telah memerkosaku - begitu keluhnya Dan ia lemparkan bulatan penuh waktu Terseok ia pergi Membawa benih waktuku dalam rahimnya
Lalu waktuku mencair kemudian membeku
Dedemit senjakala mampir sejenak Merahnya senja telah meninggalkannya - Aku butuh waktu milikmu - begitu pintanya Bentang langit tak lagi semarak Tanpa waktumu menikmatinya
Lalu waktuku memadat bijak
Teruntuk dirinya
Kuberikan waktuku Hingga serpihan terakhir Dan ia berjanji Membuatku abadi dalam waktu tercuri
Sometimes you make me tired to fulfilled your wish I tried to capture your shooting star But you do not even aware
That THERE is shooting star And look what you've done I have a stack of shooting stars Feverishly want you to look at them But in the end, die from glum longing Or flee from your half-hearted embrace
I give you a rope but you throw it away I give you a pole but you snub it I give you a path but you stand still Time is running out I am in the edge of my patience Have a nerve, for God sake!